Seputar Peradilan

PENGADILAN AGAMA KUNINGAN KELAS IA MELAKSANAKAAN UPACARA SUMPAH PEMUDA

  

Senin tanggal 29 oktober 2018  seluruh aparatur Pengadilan Agama Kuningan, mulai dari para hakim, kepaniteraan dan kesekretariatan melaksanakan upacara memperingati hari sumpah pemuda ke-90. Upacara dipimpin oleh Ketua Pengadian Agama Kuningan Kelas I A Bapak Drs. H Asep Saepudin, M.S.Q. yanga memacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora). Dalam upacara tersebut Menteri Pemuda dan Olah Raga menghimbau agar segenap pemuda merapat barisan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa terlebih saat tahun politik pada 2019 mendatang. Selain membacakan amanat dari Menpora, ketua Pengadilan Agama Kuningan Kelas IA juga berpesan pada seluruh aparatur agar tetap menjaga ukhuwah islamiah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menghindari perpecahan yang mengancam keutuhan bangsa.

Sebagaimana diketahui peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan bentuk penghargaan bagi para pahlawan dan para pemuda Indonesia yang dengan gagah berani mencetuskan kalimat-kalimat sakti yang memantik semangat perjuangan para pemuda di seluruh daratan nusantara. Jika dibaca secara mendalam, kalimat-kalimat dalam sumpah pemuda tidak hanya mampu membangkitkan semangat perjuangan saja, namun juga mengandung nilai filosofis  yang sangat dalam. Kalimat pertama berisi kata berdarah satu, darah Indonesia yang dapat dipahami, bahwa seluruh masyarakat Indonesia adalah bersaudara yang terikat oleh satu darah yaitu darah Indonesia. Kemudian, pada kalimat kedua tertulis  berbangsa satu bangsa Indonesia yang berarti masyarakat Indonesia hanya memilikin satu keluarga yaitu keluarga Indonesia. Kalimat terakhir adalah berbahasa satu, bahasa Indonesia. Kalimat ini memiliki kandungan filosofis sastra yang menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki peradaban tinggi dibuktikan dengan bahasa Indonesia yang sudah terlebih dahulu dituturkan jauh sebelum negara Indonesia berdiri.

Hari Sumpah pemuda yang diperingati tiap tanggal 28 Oktober ahir dari peristiwa sejarah dimana pemuda dan pemudi dari beberapa wilayah di Nusantara berkumpul dalam Kongres Pemuda yang dilaksanakan dua kali pada tahun 1926 dan pada tahun 1928 di Jakarta. Pada kongres kedua yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928  lahirlah rumusan kalimat yang dibacakan bersama seluruh peserta kongres. Kongres Pemuda II diketuai Sugondo Djojopuspito yang berasal dari Persatuan Pelajar Indonesia dibantu oleh RM Djoko Massaid dari Jong Java sebagai wakil ketua. Mohammad Yamin dari Jong Sumatranen Bond sebagai sekretaris dan Amir Sjarifuddin dari Jong Bataks Bond sebagai bendahara. (Agus Adhari).